yomowo.com
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Mobile Blog


aneuknanggroe.yomowo.com

Palestina & Solidaritas yg Rapuh

05.01.2009 02:42 EST
Palestina, dulu bernama negeri Syam, satu negeri di Arab yg bernasib malang. Di tanah kelahiran Isa Al-Masih yg bertuah ini, terus bergolak sejak negara Israel tegak pd 8 Mei 1948 atas sebuah konspirasi politik internasional.

Palestina terletak di sebelah barat benua Asia. Tapal batas dgn Libanon terletak di Ras e-Nakoura; dgn Jordania di sebelah selatan Danau Tabariyya; dan batas dgn Mesir terletak antara pulau Seena dan gurun pasir Al-Naqab. Sejak thn 1099, Palestina dijajah hampir 1 abad lamanya oleh tentara Salib Eropa, sampai kemudian dibebaskan oleh Salahudin Al-Ayubi thn 1187. Palestina kemudian berada di bawah naungan Khalifah Osmaniyah.

Ketika imperium Osmaniyah mulai runtuh saat perang Dunia ke-1 (1914-1918), status Palestina diserahkan kpd kuasa asing pd thn 1916 melalui mandat yg diputuskan dlm "Sykes-Picot Aggreement" bahwa: "Palestina berdasarkan Balfour Declaration thn 1917 di bawah kuasa Great Britain, ****tara Libanon dan Syria diserahkan pd Perancis".

Pd awalnya, British merencanakan supaya org Yahudi yg bertebaran di Eropa disatukan dan ditempatkan di Ethiopia atau di Argentina. Tetapi gagal dan akhirnya memilih wilayah Palestina sbg tapak berpijak org Yahudi. Mandat ini sekaligus dipakai oleh Inggris utk menyusun strategi mendirikan negara Israel.

Bermodal "Balfour Declaration", maka sejak thn 1922-1947, berlangsung perpindahan besar-besaran org Yahudi dr seluruh dunia ke Palestina. Akibatnya ratusan ribu org Palestina diusir dr tanah airnya dgn cara teror, intimidasi dr pasukan: Irgun, Levi dan Haganot yg dilatih khusus oleh militer Inggis. Gerakan zionislah yg menyatukan mereka di bawah satu mimpi dan akhirnya berhimpun di bumi Palestina yg mereka namakan sbg "Erezt Yizrael" (Bumi Israel).

Pd awalnya, kaum Yahudi ortodok menentang. Rabbi-rabbi Yahudi di Eropa mengeluarkan fatwa bhw Herzl telah murtad dan gerakan Zionis adalah sebuah gerakan yg sesat. Jk tdk krn fatwa Rabbi Cook pd thn 1925 yg didukung oleh peristiwa Holocaust dan sokongan kaum Zionis Kristian di Eropa, niscaya proyek Zionis tdk akan mendapat dukungan. Oleh sebab itulah, hanya segelintir kaum Yahudi Ortodoks di Eropa, As, negara-negara Arab dan di Afrika Selatan yg menentang Israel dan jg gerakan Zionisme.

Sejak tahun 1923, British membagi Palestina menjadi 2 wilayah administratif. Yahudi diberi izin menempati wilayah Barat sungai Jordania (75% dr luas wilayah Palestina), sdgkan wilayah Timur sungai Jordania diserahkan kpd Emir Abdullah dr Hejaz (skrg Arab Saudi). Pd thn 1946, bagian bumi Palestina yg terletak di lintasan Trans-Yordan menjadi wilayah Jordania. Yg bermakna, 2/3 wilayah Palestina telah menjadi wilayah Jordania, sdgkan sisanya ialah bumi Palestina skrg. Praktis luas wilayah yg dimiliki Palestina skrg hanya sekitar 8% dr total wilayah aslinya.

Dgn munculnya negara Israel di bumi Palestina, meletus perang antara Israel melawan Mesir, Jordania, Syria, Arab Saudi, Iraq dan Yaman. Israel dlm tempo yg relatif singkat (rentang masa 6 hari) sudah mampu menerobos dan berhasil menduduki West Bank, jalur Gaza, dataran tinggi Golan dan gurun Sinai. Perang ini diakhiri dgn komproi politik yg melahirkan Resolusi PBB no. 242, bhw: "penarikan pasukan Israel dr wilayah yg diduduki dan menetapkan wilayah yg dimaksud dlm status States of Belligerency".

Itulah riwayat ringkas mengenai akar konflik vertikal dan subtansi masalah Palestina. Anehnya, semua perangkat hukum internasional, mulai dr Resolusi PBB sampai kpd MoU Oslo (ttg pelaksanaan self government di Palestina thn 1993), dlm realistasnya tetap tdk efektif. Itu akibat tdk adanya kesungguhan dunia internasional (PBB) utk mengembalikan hak dasar (merdeka), jg diperparah dgn sikap dunia Arab yg enggan bersatu.

Serangan brutal Israel ke Gaza sejak 27 Desember 2008 telah menewaskan lbh dr 537 warga sipil (termasuk lbh dr 90 org anak-anak) dan melukai lebih dr 2500, merupakan perang berjilid. Ianya tdk akan berhenti jika akar masalahnya tdk diselesaikan. Tragis, Palestina telah kehilangan segalanya. Yg tersisa dlm jiwa mereka tgl 2 hal: ALLAH S.W.T dan ISLAM.

Tulisan ini saya ringkas dr artikel Yusra Habib Abdul Gani selaku Director Institute for Ethnics Civilization Research, Denmark di kolom opini Harian Serambi Indonesia halaman 22 tgl 5 Januari 2009.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.